Feeds:
Posts
Comments

Malam ini aku merasa sendiri. Hatiku terasa sunyi, mungkin karena perasaanku yang bercampur aduk. Ketika aku melamun sendiri, aku teringat hari kemarin saat sahabat-sahabatku telah lulus dan menjadi seorang sarjana. Aku merasa semakin sunyi. Begitu cepatnya waktu berlalu.

Saat ini aku sedang merasa sendiri, aku merasa temanku telah meninggalkanku. Aku merasa dia hanya memikirkan dirinnya sendiri, Tanpa perduli dan basa-basi. Tapi ya sudahlah, Allah masih menyayangiku, bahkan aku merasa aku adalah hamba kesayangannya. Bayangkan berapa banyak nikmat yang telah diberikannya, teramat banyak. Sampai aku terkadang lupa dan tidak bersyukur atas apa-apa yang telah diberikan oleh Allah-ku. Sejak aku bangun pagi sampai aku tidur kembali setiap hari, aku masih bisa menikmati sejuknya udara pagi, nikmatnya susu coklat, makan siang dengan nasi ditempat langgananku, sampai malam pun masih bisa memilih-milih apa yang akan dimakan untuk mengisi perutku ini. Dan sampai detik ini pun masih terasa makanan itu mengalir dan terserap ditiap denyut nadiku ini.

Wahai sahabat-sahabatku yang telah mendahuluiku, yang telah menyelesaikan kuliah menjadi seorang Sarjana Teknik, atau mungkin aku yang memang tertinggal disini. Selamat berjuang mengejar apa-apa yang masih ingin dikejar. Semoga sukses selalu dimanapun engkau berada. Janganlah patah semangat walaupun banyak batu terjal disana-sini. Mohon doakan aku agar aku dapat menyusul kalian nanti.

Ai, Jo, Ki                                      Rizki Adhari S.T.

Semoga Allah tetap memberiku cobaan selain nikmat agar aku selalu mengingat Engkau. Karena terkadang aku lupa diri jikalau aku terlalu banyak diberikan nikmat oleh-Mu wahai Engkau yang selalu mengisi relung hatiku. Karena kau ingin selalu ingin menjadi orang yang selalu bersyukur namun juga punya keinginan yang kuat dalam mengejar tujuan hidupku.

Aku masih punya mimpi yang masih terus aku kejar walaupun terkadang lelah menggapai. Allah, tetaplah mengibarkan semangat dan hidupkan lentera hatiku.

Off Road to Sukadana

Hari sabtu pagi pukul 09.00 WIB kami janji berkumpul di Gedung H Elektro untuk jalan-jalan bersama menikmati hari kosong tanpa kegiatan sekaligus refreshing atas kejenuhan masing-masing. Sebenarnya acara jalan-jalan ini atas inisiatif Hery untuk mengajak kawan elektro berkunjung ke rumahnya di Sukadana, Lampung Timur. Kebetulan pohon rambutan depan rumahnya sedang berbuah. Janjiku datang jam 9 pagi ke gedung H kampus ternyata molor karena aku bangun kesiangan. Sebenarnya sempet bangun subuh tuk shalat, tapi ketiduran lagi karena mengantuk. Aku bangun tepat jam 9 pagi, lalu setelah itu mandi dan seterusnya. Dan tibalah aku di kampus pukul 9.30 pagi. Kami berkumpul dan berangkat pukul 10.00 WIB dengan rombongan 4 motor masing-masing motor 2 orang.

di perjalanan

Dan jalan-jalan ini membuatku bisa mengurangi segala masalah dan beban hidup yang membuatku terkadang rapuh dan bimbang. Maka perjalanan menuju Sukadana pun dimulai. Di perjalanan menuju kesana kami mampir dulu ke Kota Metro untuk membeli duren. Wah ternyata duren disana sedang sedikit, tapi Hery memborong 10 duren sekaligus tanpa kompromi, sebab kami seolah-olah seperti rombongan yang sedang mudik kampung. Jadi perlu yang namanya buah tangan. Setiba disana kami bercanda dan mengobrol apapun yang kami lihat disana. Mulai dari suasana kota yang memang terlihat sepi, sampai ciri khas kota Sukadana.

Di depan rumah hery

Kami akhirnya pulang pada pukul 16.30 WIB setelah puas mengobrol, ambil rambutan, makan rambutan, makan siang, makan duren, makan kolak duren. Wah pokoknya puas (terima kasih Hery dan keluarga)…

Hery sedang makan kolak duren

Lain kali kita kesana lagi ya bro. ^_^…

Pengenalan Sertifikasi Cisco Certified Design Expert (CCDE)

Menanggapi besarnya permintaan customer (konsumen) dalam menyelesaian pekerjaan dan mengenal keahlian dalam Senior Level Network Architecture, Cisco memperkenalkan sebuah pengetahuan baru berdasar pada sertifikasi yang berfokus pada Network Infrastructure Design yaitu Cisco Certified Design Expert (CCDE). CCDE adalah sebuah sertifikasi tingkat expert yang berfokus pada keahlian di dalam arsitektur jaringan sesuai dengan kurikulum desain Cisco.

Apa itu CCDE?

Untuk dapat berhasil melalui sertifikasi CCDE diharuskan memiliki kemampuan menganalisa dan mengembangkan solusi tentang perencanaan pengalamatan, desain, integrasi, optimasi, operasi, keamanan dan dukungan terus menerus yang berfokus kepada infrastruktur jaringan lebih dari 1000 node.

Sertifikasi CCDE memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan tingkat expert (pakar) dalam desain infrastruktur (infrastructure design). Program CCDE merupakan paralel pada program CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert) di dalam tingkat kesulitan ujian sertifikasi dan keahlian. CCDE menekankan teori tentang arsitektur dan desain jaringan pada infrastruktur jaringan dan memperkenalkan para pendesain dengan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan bisnis jaringan dan menterjemahkannya ke dalam spesifikasi teknis.

Mengapa Cisco membuat program CCDE?

Cisco membuat program CCDE untuk merespon permintaan pasar dalam senior-level Network Designers and Architects dan juga menghasilkan senior Operation Engineer dan Support Engineer dengan sebuah jalur pengembangan profesional yang tepat dalam peranan pengarsitekturan.

Cisco telah menemukan bahwa sebuah organisasi sangat memerlukan seorang Network Designer dan Architect yang kuat yang secara konsisten mengembangkan solusi jaringan sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan dan troubleshoot jaringan. Sebuah infrastruktur jaringan yang di desain secara baik sejalan dengan strategi bisnis sebuah perusahaan dengan jaringan terpusat yang mencapai efisiensi dan efektifitas ke tingkat yang lebih besar.

Apa saja persyaratan ujian untuk mencapai CCDE?

Untuk mencapai sebuah sertifikasi CCDE, seorang kandidat tersebut akan di berikan dua ujian; Qualification Exam dan Practical Exam. Seperti juga program CCIE, tidak ada prasyarat apapun untuk mengambil Qualification Exam yaitu berupa ujian multiple-choice selama 2 jam yang dapat dilakukan di setiap Testing Center Pearson VUE di seluruh dunia. Qualification Exam (ADVDESIGN) 352-001 menilai pengetahuan dasar tentang teori, prinsip, protokol dan teknologi networking.

Untuk ujian kedua yaitu Practical Exam, masih dalam tahap pengembangan saat ini. Practical Exam akan di lakukan dalam waktu 8 jam (wow..lama sekali ya) berdasar pada skenario praktek yang berlaku pada akhir tahun 2008.

Qualification Exam sudah dapat di ambil pada Testing Center Pearson VUE di seluruh dunia. Untuk informasi lebih detail mengenai CCDE, lihat pada website http://www.cisco.com/go/ccde.

Kawan-kawan ingin mencoba ujiannya??? ..^_^.. (Tetap Semangat ya!!!)

Alamat IP Versi 6

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373. Format Alamat

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

[sunting]
Penyederhanaan bentuk alamat

Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A

Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres
FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002 FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2

Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.

Format Prefix

Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.

Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3FFE:2900:D005:F28B::/64

Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID. (http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_6)

Apabila aku membayangkan perjalanan hidupku sejak usiaku kecil, akan banyak sekali uraian air mata yang tiada habisnya. Mulai dari air mata kebahagiaan sampai air mata kesedihan yang teramat sangat. Dan sejak aku dilahirkan ke dunia ini, Allah sudah menggariskan diriku bahwa memang jalan hidupku tak seindah orang-orang lain. Namun aku tetap yakin bahwa masih banyak orang lain yang hidupnya lebih menderita dari diriku.

Sejak umurku 10 tahun, aku sudah ditinggalkan ayahandaku. Hal itu adalah awal perjalanan hidupku yang selanjutnya banyak sekali terjadi kenangan indah. Ketika itu aku masih belum mengerti apa itu arti hidup. Dan sejak itu pula ibuku membesarkan aku hingga aku dewasa sampai saat ini. Aku bangga sekali kepadanya.

Dan aku tidak akan pernah menyesal atas apa yang sudah Allah takdirkan pada diriku. Aku justru semakin bangga dan bersemangat karena Allah memberikan setiap momen berharga baik itu kebahagiaan maupun kesedihan kepadaku yang membuat hidup ini semakin berharga dan punya nilai.

Ya Allah, masih banyak cita yang ingin kugapai dan aku hanya berusaha yang terbaik dan tetap mempunyai asa yang besar. Dan semuanya tetap aku pasrahkan kepada-Mu. Ya Allah, di hari ketika aku dilahirkan ini, aku memohon agar Engkau menunjukkan jalan kebahagiaan kepada ibuku agar beliau selalu tersenyum setiap hari. Sudah cukup banyak kepedihan dan kesedihan yang beliau alami. Berikanlah ia jalan yang terbaik yang Engkau ridhoi dalam sisa hidupnya. Amin.

23 tahun sudah hidupku di dunia ini, entah berapa tahun lagi sisa umurku. Allah Tuhanku yang Maha Penguasa Hati, semoga aku menjadi manusia yang selalu bersyukur dan bersabar. Bersyukur atas apa-apa yang aku miliki saat ini, bersyukur atas apa-apa yang belum aku miliki saat ini, dan bersyukur juga atas apa-apa yang tidak dapat aku miliki. Dan bersabar untuk tetap yakin bahwa semua ini adalah yang terbaik dari-Mu, bersabar untuk tetap berusaha menjalani hidup ini, bersabar untuk tetap menanti momen-momen indah yang Engkau berikan kepadaku, dan bersabar untuk hati ini. Ya Rob, jadikan aku manusia yang berhati mulia dan selalu mencintai dan dicintai oleh orang-orang disekitarku. Amin.

Duhai kawan-kawanku…tahukah engkau, hidup ini indaaah… Thanx Allah. Cayooo…Semangat!!!

Unforgettable Moment, January 18th 2008 06:45 AM (GMT+07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta Time Zone) at my desk, SSC lt.3 Puskom Unila.

Hari ini, aku baru teringat untuk menulis disini. Sebenarnya banyak kejadian-kejadian yang ingin sekali kuceritakan selama bulan Desember 2007 dan Januari 2008. Mulai dari pergi menuju ke Jawa, tepatnya di Boyolali pada tanggal 30 Desember 2007. Ini pertama kalinya aku pergi ke daerah Jawa. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan buatku. Keberangkatan ini juga mengorbankan pekerjaanku di kampus. Aku berangkat ke Jawa pada 30 Desember 2007 pukul 14.30 dengan naik Bus malam Putra Remaja bersama dengan kekasihku. Kami berangkat kesana selain untuk jalan-jalan, juga mengunjungi kerabat dekat kekasihku. Kami tiba di Terminal Boyolali pada 31 Desember 2008. Disana kami di jemput Ayah (kekasihku) lalu kemudian kami menuju Solo untuk service mobil Ayah dan makan siang disana. Dan ternyata makanan disana termasuk lumayan murah. Setelah itu baru kami menuju Boyolali tepatnya di Jemowo, suatu daerah di kaki Gunung Merapi. Suasana disana sejuk sekali, sebab suasananya masih pedesaan dan berada di daerah pegunungan. Lalu kami berkeliling ke tempat sanak saudara kekasihku. Dan semuanya ramah dan murah senyum. Sungguh suasana disana membuatku ingin kesana lagi. Malam harinya suasana sangat dingin sekali.

Pagi harinya kami sekeluarga beserta kerabat merayakan tahun baru dengan pergi ke Candi Borobudur. Dan ini kali pertamanya aku mengunjungi tempat tersebut yang katanya salah satu dari 7 keajaiban dunia. Setelah pulang dari Candi Borobudur pada siang hari, kemudian kami makan siang di Lembah Ngosit, Jogja. Setelah itu kami menuju Malioboro untuk membeli oleh-oleh. Ini kali pertama aku mendatangi Malioboro. Suasananya memang berbeda. Menyesal sekali aku tidak bawa uang cukup untuk membeli oleh-oleh. Tapi buatku bisa berkunjung kesana sudah membuatku senang sekali, apalagi bersama kekasihku. Menjelang maghrib kami sibuk mencari transportasi untuk pulang lagi ke Lampung karena pekerjaanku sudah ku tinggalkan selama beberapa hari.

Aku dan Ika (kekasihku) berjalan kaki menuju jalan Mangkubumi dari hotel Inna Garuda, tempat kami memarkirkan mobil. Ternyata kami mendapat informasi dari salah satu agen bus tersebut bahwa tiket sudah habis dan tidak ada bus yang berangkat pada sore hari. Kami berjalan kaki cukup jauh, akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta api menuju Jakarta. Maka kami menuju stasiun Tugu Jogjakarta, ternyata masih ada tiket untuk kelas Eksekutif dengan keberangkatan pada pukul 20.00, yaitu kereta Taksaka Malam yang harganya Rp. 200.000,- per orang. Dan kami tibalah kami di Stasiun Gambir pada pukul 06.00. Sampai disana aku memutuskan untuk pulang dulu ke rumah di Tangerang, walaupun sebelumnya rencana kami naik Damri dari Stasiun Gambir menuju Bandar Lampung. Akhirnya kami naik bajaj ke Terminal Senen, kemudian naik bus menuju Tangerang. Setiba disana pada pukul 09.00, kami istirahat sejenak. Setelah itu kami berangkat lagi menuju Lampung pada pukul 12.00 siang. Dan kami pun tiba di Bandar Lampung pada pukul 21.00.

Hehe…ceritanya membosankan yah. Tapi inilah pengalamanku yang tak terlupakan. Awal tahun 2008 di Jawa Tengah. Alhamdulillah…lancar-lancar saja walaupun tanpa bawa oleh-oleh dan merasakan pegal seluruh badan karena perjalanan yang singkat sekali.

Suatu saat jikalau Allah mengizinkan aku ingin ke sana (Jawa) lagi.

^_^

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin“. Sering kali orang-orang mengucapkan dan menerapkan kata-kata seperti itu dalam kesehariannya.

Apakah memang suatu keharusan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Kata-kata itu sering sekali aku terapkan dalam kehidupanku. Mungkin karena salah satu sifatku yang selalu ingin yang terbaik tanpa mempertimbangkan hal-hal disekitarku dan juga hal terbaik belum tentu hal yang membahagiakan dalam hidupku. Namun sering kali kekecewaan yang aku dapatkan. Akibat sering menargetkan sesuatu yang muluk sehingga kenyataannya terkadang jauh sekali dari target.

Maka dalam kesimpulanku bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah bukan suatu keharusan. Tapi menurutku, yang lebih tepat adalah hari ini belum tentu sebaik dari hari kemarin. Karena banyak hal-hal yang tidak terduga dan disangka-sangka datang begitu saja, sehingga apa-apa yang harus kita kerjakan kalau kita tidak dapat menyelesaikannya malah akan membuat pemikiran bahwa masalah belum selesai. Jadi memang hari ini belum tentu lebih baik dari hari kemarin. Namun kita harus mengkoreksi hal-hal yang terjadi pada hari kemarin sehingga kita tahu hikmah dan letak inti segala sesuatu masalah secara  proporsional. Sehingga ketika hari berikutnya datang kita bisa lebih mempersiapkan segala sesuatunya dari pelajaran-pelajaran yang kita ambil pada hari kemarin. Persoalan bahwa hari ini malah tidak lebih baik dari hari kemarin, seharusnya itu bukanlah suatu masalah yang berarti. Justru kita mesti berpikir mungkin metode atau pembelajaran yang kita ambil dari hari kemarin belum benar. Atau mungkin juga dikarenakan hari ini situasi dan kondisinya berbeda dari hari kemarin sehingga pembelajaran yang kita ambil dari hari kemarin belum tentu merupakan solusi pada hari ini.

Singkat kata, menurutku “hari ini belum tentu lebih baik dari hari kemarin, yang terpenting adalah berusaha yang terbaik untuk hari ini. Cobalah mengambil pelajaran yang didapat dari hari kemarin dan bandingkanlah dengan persoalan hari ini. Dan segala sesuatu harus kita ukur secara proporsional“. Hehe…kepanjangan yah kata-katanya. Kalau ada hal-hal yang kurang tepat benar, tolong dikomentari. Mahasih.

Di pagi hari yang indah dan menyejukkan ini, bersama rintik-rintik hujan. Aku melihat mobil-mobil berderet di sepanjang jalan menuju GSG. Tepat hari ini, Selasa 18 Desember 2007 adalah acara ceremonial wisuda alias pake toga terus dikasih ijasah. Huh…aku merenung sejenak ketika melihat dari jendela di atas (SSC lt.3), “kapan yah..gw wisuda. Pengen banget Emak gw n sodara-sodara gw dateng ikut merayakannya“. Yah…bulan ini memang belum saatnya. Gw masih menggarap skripsi untuk persiapan seminar proposal. Pengen rasanya cepet-cepet selesai mengerjakannya walaupun seringkali hilang semangat dan rasa maleeees di badan.

Ya Allah, tunjukkanlah jalan untuk hamba-Mu yang kecil ini. Aku masih bersyukur walaupun aku belum wisuda, namun Allah masih sayang padaku. Banyak hal-hal yang Allah permudah buatku. Mulai dari pekerjaan, kuliah, skripsi, dan lain sebagainya.

Tetap semangat Johan. “Emak, aan sayang emak. Sabar ye Mak…^_^..“.

Buat temen-temen elektro Unila khususnya angkatan 02. Selamat ya untuk kalian. Kalian telah mendapatkan S.T. Semoga semakin baik masa depannya di kemudian hari. Semoga mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang sesuai dengan harapan dan cita-cita kalian.

Cayo…my fren.

Tujuh Cakra dalam Avatar

Kali ini saya akan membahas tentang cakra dan bagaimana cakra ini bisa menjadi sarana kita dalam memahami kehidupan. Sehingga dengan demikian kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Adapun pembahasan saya mengenai cakra dan kehidupan ini bersumber dari sebuah serial animasi anak anak yang berjudul Avatar the last air bender. Sebuah serial animasi yang sepemahaman saya penuh dengan falsafah tai chi , sebuah falsafah hidup dengan harmoni yang sangat indah.

Adapun mengenai cakra dan pengaruhnya dengan kehidupan di terangkan dalam salah satu episode oleh seorang guru kepada Aang, sang calon avatar, dalam usahanya untuk mencapai kondisi avatar. Akan saya sampaikan penjelasan tersebut dengan bahasa saya , semoga berkenan.

Pertama sang guru menerangkan dulu apa itu cakra, kira kira isi keterangannya sbb :

“Cakra itu erat hubungannya dengan aliran energi di dalam tubuh. Di mana cakra ini bisa dianggap sebagai kolam kolam energi yang terkumpul di dalam tubuh. Di mana kolam kola ini menyebar di dalam tubuh . Terdapat 7 cakra (kolam energi) dalam tubuh kita, dan setiap kolam energi mempunyai fungsi (tujuan) tersendiri. Namun ke semuanya terhubung oleh aliran energi mulai dari cakra terendah hingga ke cakra tertinggi. Dan aliran dari setiap cakra dapat terbendung oleh sifat sifat emosional tertentu. Disamping itu, membuka bendungan bendungan aliran di antara cakra adalah pengalaman yang berbahaya. Dan sekali proses pembukaan ini dilakukan maka kamu tidak boleh berhenti hingga semua bendungan tersebut terbuka”.

Setelah merengkan apa itu cakra, sang guru mulai menerangkan satu per satu hubungan cakra dengan kehidupan yang di alami Aang (sebagi perwakilan manusia yang ingin mencapai kondisi Avatar). Beginilah petuah sang guru sesuai dengan pemahaman saya :

1. Cakra Bumi
Cakra ini terletak di dasar tulang belakang. Cakra ini berhubungan survival dan dibendung oleh ketakutan ketakutan. Dan harus disadari hal hal yang paling takutkan dalam kehidupan ini ternyata hanyalah ilusi . Kita harus konsentrasi terhadap keyakinan kita dan membiarkan ketakutan itu mengalir hilang ke bawah.

2. Cakra Air
Cakra ini berhubungan dengan tekanan dan di bendung oleh rasa bersalah.. Sadarilah semua rasa bersalah yang ada pada dirimu. Sadari apa apa yang membuat kita menyalahkan diri sendiri. Dan terimalah semua hal tersebut sebagai kenyataan yang memang terjadi, tapi jangan biarkan mengacaukan dan meracuni energimu. Dan dengan berpikiran positif maka akan memaafkan diri sendiri.

3. Cakra Api
Cakra ini terletak di dalam lambung. Cakra ini berkaitan dengan perasaan dan di blok oleh rasa malu. Rasa malu ini berhubungan dengan peristiwa peristiwa hidup yang menimbulkan penyesalan dan kekecewaan dalam jiwa. Sadarilah semua peristiwa tersebut sebagai bagian dari pembelajaran dalam hidup, dan jangan pernah mengingkarinya. Terimalah apa adanya sebab itu semua adalah bagian dari dirimu.

4. Cakra ke 4 (Angin ?)
Cakra ini terletak di jantung. Cakra ini berkaitan dengan cinta dan di bendung oleh kesedihan. Lepaskan semua kesedihanmu ke luar dari dirimu. Kamu mungkin sangat kehilangan , tapi cinta adalah energi yang sangat penting dan tersebar di sekeliling kita. Cinta yang berakhir bagimu bukanlah juga berarti akhir dari energi ini. Dia masih tetap ada di dalam hatimu. Dan tumbuh kembali menjadi cinta yang baru. Biarkan kesedihan mengalir keluar dari dirimu.

5. Cakra Suara
Cakra ini terletak di tenggorokan. Cakra ini berkaitan dengan truth dan di blok oleh kebohongan. Semua hal sudah ada di dalam diri kita, dan harus diterima apa adanya, jangan pernah berusaha mengingkari sifat alamimu. Di tekankan bahwa harus menerima dirimu apa adanya dengan segala konsekuensinya.

6. Cakra Cahaya
Cakra ini terletak di tengah tengah dahi. Cakra ini berkaitan dengan insight (batin) dan di bendung oleh ilusi. Ilusi terhebat dari tingkat ini adalah keterpisahan . Merasa sesuatu itu terpisah dan berbeda padahal sebenarnya adalah satu dan sama. Seperti negara negara di dunia ini, bukankah kita semua adalah sama sama manusia namun hidup berpisah pisah? Padahal sebenarnya kita semua saling berhubungan , dan segalanya memang saling berhubungan. Bahkan keterpisahan ke 4 elemen (tanah, air, udara, api) adalah sebuah ilusi. Jika kamu membuka pikiranmu , kamu akan melihat ke 4 elemen tersebut adalah satu kesatuan. Ke empat bagian dari sumber yang sama .

7. ke 7 (mahkota ?)
Cakra ini terletak di atas kepala. Cakra ini berkatian dengan energi kosmismu dan di blok oleh keterikatan duniawi. Sekarang biarkanlah semua keterikatan itu tersimpan , biarkan dia mengalir bersama sungai , lupakan. Belajarlah melepaskan atau kamu tidak dapat membuat murninya energi kosmis yang terbendung mengalir dari angkasa. Kamu haru belajar untuk merelakan, hanya itu satu satunya cara.

Dan akhirnya setelah aliran mencapai cakra ke 7 ini, maka niscaya kamu akan bisa mencapai penyerahan diri secara sempurna.

dikutip dari : Danalingga

Ini Blog Pertamaku

Assalammu’alaikum. Wr. Wb. buat siapa saja yang sudi mampir ke blog ku.

Aku membuat blog ini atas dasar hobiku terhadap dunia internet. Selain pekerjaanku yang terkait sekali dengan teknologi internet, aku sering sekali bahkan hampir setiap hari selalu duduk di depan komputer untuk browsing, chatting, atau minimal mengecek email-ku. Sebab hobiku memang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia komputer.

banyak sekali pengalaman yang sering kudapatkan tentang dunia komputer sejak aku duduk di bangku kuliah. Pertama kali aku mengenal komputer yakni ketika aku berkunjung ke SSC Puskom hanya untuk bermain saja. Aku di ajak saudara yang memang bekerja disana. Mulailah aku mengenal dunia yang sebelumnya hanya sedikit sekali pengetahuan tentang komputer ketika aku masih di SMA.

Sejak itulah aku mulai hobi dengan dunia komputer. Berawal mulai dari mengeksplorasi isi dari komputer, mengetik, main game (hihi..sampai sekarang pun masih), sampai meng-install program. Aku juga mulai mengenal dunia pemograman komputer. Aku mulai belajar bahasa pemograman PHP, Database (software pertama yakni MySQL versi 3.5.23), Web Server (software yang kusuka Apache dengan versi awal yang kukenal 1.3.24). Dari sana aku mulai iseng-iseng membuat website yang berbasis teknologi database. Website pertamaku adalah website Himatro (Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro). Selain itu juga aku sering sekali ikut saudara untuk membantu beliau dala pekerjaannya. Pekerjaan utamanya adalah me-maintenance jaringan di kampus Unila. Disitu aku belajar banyak sekali tentang jaringan komputer. Aku sempat ikut program CCNA di MISTC Unila. Namun hanya beberapa minggu saja karena tidak sampai tuntas trainingnya. Tapi itu cukup buatku sebagai pengalaman awal.

Dari pengalaman-pengalaman dan pembelajaranku selama beberapa tahun, aku mulai menerima tawaran job yang sifatnya singkat dan tidak mengikat mengingat aku masih berstatus kuliah. Aku mulai mulai mendapat tawaran pembuatan website dan pemasangan (instalasi) jaringan komputer untuk proyek-proyek yang kukerjakan. Dan hasilnya lumayan untuk biaya hidup dan aku bersyukur sampai bisa membeli sebuah sepeda motor walaupun berstatus second.

Saat ini aku menjadi salah satu instruktur CCNA di MISTC Unila. Aku tidak menyangka kalau jalanku sampai kesana. Karena aku sempat berangan-angan dulu, aku ingin menjadi salah satu programmer handal. Tapi kini angan-angan tersebut mulai pupus secara perlahan-lahan. Kini rasa ketertarikan lebih besar kepada Networking computer dan telecommunication network. Karena aku sangat tertarik pada teknologi jaringan baik komputer dan telekomunikasi.

Dan saat ini teknologi jaringan komputer dan jaringan telekomunikasi mulai merucut tergabung menjadi satu, yang disebut Konvergensi network. Salah satu teknologi jaringan konvergensi adalah Next Generation Network (NGN). Barangkali kalau aku sempat aku akan membahas tentang teknologi NGN yang kudapat dari berbagai sumber.

Wassalammu’alaikum. Wr. Wb. buatmu, teman-temanku. Terima Kasih.

« Newer Posts